Oleh :
Ketut Swabawa
Pariwisata yang sempat disebut semakin 'seksi' karena selalu mampu menarik minat berbagai aspek (turis, investor, strategi, dll), menghadapi dinamika yang berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap keberlanjutan dan kualitasnya. Hal tersebut memunculkan fenomena ancaman dan peluang seiring dinamika yang terjadi.
PARIWISATA ; MULTI-TRANS INDUSTRY
Sebagai industri yang bertumbuh pesat, pariwisata bukan lagi sebagai industri tunggal dan ekslusif, namun telah bertransformasi menjadi unit industri yang menggabungkan sektor industri lainnya menjadi ekonomi baru dan lebih inklusif. Karakteristik utama yang melekat sebagai industri perjalanan untuk berwisata, kini semakin luas dengan keterlibatan sektor teknologi (pemasaran, pemesanan, pelayanan, produk, tata kelola), perdagangan (exhibition, B2C-B2B concept, dll), kesehatan (medical, health, wellness) hingga minat khusus lainnya (edutourism, sport tourism, MICE, dll). Integrasi multi-industry ini memunculkan beragam fenomena, tanpa menyebut kembali yang telah terjadi sebelumnya, Global Megatrend dalam kepariwisataan seperti 'trust over choice' ( satu dari tujuh fenomena global megatrend 2026 menurut bbc.com) menarik untuk didalami sebagai fondasi untuk mitigasi dinamika kepariwisataan.
PARIWISATA ; VALUE ?
Berbicara tentang value, pariwisata sebagai aktifitas kesenangan (leisure) tentunya identik dengan pengalaman dan kesan yang harus dibayar dengan nominal tertentu. Biaya yang mahal cenderung identik dengan berwisata tipe mewah, definisi mewah juga bertransformasi bukan sekedar untuk merk namun juga keunikan dan intangible value yang mampu dirasakan atau dialami dari suatu aktifitas wisata. Dalam konteks potensi daya tarik pariwisata, otentisitas dan originalitas adalah hal unik yang tidak selalu dapat ditemukan untuk sesuatu yang sama di tempat atau destinasi yang berbeda. Artinya, karakter lokal yang asli adalah keunggulan dalam mengembangkan destinasi dan daya tarik wisata. Local is vocal, lokalitas yang menjadi keunggulan, sebagai strategi untuk diplomasi serta menjadi competitive advantages dalam persaingan antar destinasi atau daya tarik wisata.
PARIWISATA ; LOCALIST IS VOCALIST
Berpihak pada lokal dan bangga mempromosikan produk lokal secara bijak tanpa mendegradasi karakter asli dan nilai kearifan lokal merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan prinsip keberlanjutan. Permasalahan akibat dampak kepariwisataan juga dapat dimitigasi melalui pendekatan lokal, selain lokalitas yang selama ini hanya menjadi produk pariwisata. Berfokus untuk memulai dari hal terkecil sebagai masalah lokal, diselesaikan secara internal lalu dkembangkan ke dimensi yang lebih luas. Fokus pada sumber utama masalah, selesaikan sampai tuntas. Keutamaan yang diprioritaskan di antara daftar prioritas yang teridentifikasi, prioritize the priority. Manfaatnya; partisipasi pihak internal (baca; masyarakat setempat), meminimalisir gesekan sosial, menguatkan soliditas pihak-pihak berkaitan dalam komitmen, dan tetap menjadi otentisitas dan original sumber daya yang dimiliki.
Akhirnya, kita diarahkan ke pola pikir untuk kembali ke jati diri, pariwisata untuk siapa ? Siapa yang harus menjaganya ? Silakan dijawab sendiri....
Flight's Insight | LOP-DPS 07FEB2026