PENGEMBANGAN PROTOTIPE SISTEM LOYALITAS WISATAWAN MELALUI KOLABORASI LINTAS SEKTOR DAN GAMIFIKASI
Universitas Pelita Harapan Jakarta mengadakan focus group discussion membahas penyusunan prototipe sistem loyalitas wisatawan melalui kolaborasi lintas sektor dan gamifikasi pada hari Kamis (18/12/2025). Kegiatan secara hybrid ini diadakan di Gedung D lantai 3 kampus UPH diselenggarakan oleh Fakultas Hospitaliti & Pariwisata dan dibuka langsung oleh Dekan Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par.,M.M.,CHE. FGD menggundang para narasumber dari berbagai kalangan yaitu pemerintah, praktisi, akademisi dan juga komunitas.
Pada sambutan pembukaannya, Prof Diena menyampaikan FGD tersebut berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dalam rangka pembuatan prototipe sistem loyalitas wisatawan secara digital. "Melalui konsep kolaborasi lintas sektor dan gamifikasi, sistem ini diharapkan dapat menjadi pilihan dalam digitalisasi kepariwisataan untuk menciptakan loyalitas wisatawan. Tahapan di tahun kedua program ini kami mulai menyusun prototipe nya dan mengambil locus di 2 destinasi super prioritas yaitu Labuan Bajo dan Yogyakarta." kata dekan yang juga Ketua Umum HILDIKTIPARI tersebut.
Ditambahkannya pula bahwa masukan dari narasumber berlatarbelakang berbagai sektor sangat penting untuk mematangkan prototipe tersebut. Salah satu narasumber yang hadir, yaitu Ketut Swabawa mewakili sektor perhotelan menyampaikan masukan terkait prinsip yang dipertimbangkan usaha akomodasi dalam bermitra dengan digital platform. "Digital trend saat ini sangat well and massive growth, hotel berhati-hati dalam bermitra dengan provider dan memiliki banyak pertimbangan. Namun dengan spirit kolaborasi antar sektor diharapkan ada digital platform yang tampil beda dan memberi nilai tambah pada aspek online business melalui penelitian ini" kata Swabawa yang mewakili Association of Hospitality Leaders Indonesia (AHLI).
Masukan yang diberikan dari AHLI di antaranya :
1) 5 Aspek pertimbangan hospitality online business ; online presences, keleluasaan pengelolaan dashboard / back end, online reputation management, availability / inventory dan parity.
2) Hospitality IT System ; menampilkan aspek humanis sebagai core value bisnis pariwisata termasuk dalam sistem digital / online. Penerapan AI dan chatbot yang berdedikasi, berkepribadian, selain real time juga harus real content.
3) Security System ; proteksi database, payment system hingga ke guarantee services tanggung jawab semua pihak (provider, merchant, user)
4) UX dan IX ; mudah dan nyaman digunakan oleh pengunjung di platform digital, interface dengan channer manager pihak merchant serta mampu menciptakan excellence customer journey bahkan di fase pre-booking dan arrival.
5) Partnership ; sistem komisi atau loyalty reward yang fair, transparan dan targetable
Para narasumber lainnya berasal dari perwakilan Kemenpar RI, BPO Labuan Bajo, Poltekpar Bali, Komunitas di Labuan Bajo dan Yogyakarta, Pengelola aplikasi online kepariwisataan, IT expert dan Praktisi Desa Wisata.
Di akhir kegiatan FGD, Dr. Rudy Pramono selaku ketua tim penelitian penyusunan prototipe tersebut menjelaskan akan menindaklanjuti semua masukan para narasumber. "Kami akan sempurnakan terus webiste nusaguide.id ini dengan masukan-masukan brilian dari para narasumber. Mohon bantunnya untuk dihubungi kembali untuk pendalaman lebih matang demi perbaikan ke depannya" kata Dr Rudy Pramono.