Istilah 'flow-through' menjadi trend sebagai salah satu strategi pengelolaan bisnis hotel khususnya di bidang markerting and financial, diawali ketika industri ini mengadopsi information & communication technology (ICT). Istilah yang bertranformasi awalnya dari analisis margin bisnis ini mengedepankan parameter pada kemampuan pengelola menahan jumlah persentase keuntungan (profit) agar lebih tinggi dari persentase kenaikan pendapatan (revenue). Istilah simplenya, sebagai contoh kenaikan occupancy dan average daily rate tahun ini yang cukup tinggi namun tidak equal dengan selisih kenaikan profit yang signifikan dibanding tahun lalu.
MENGAPA HAL ITU TERJADI ?
Penyebabnya banyak hal, dan yang sering dijumpai adalah karena 3 faktor utama yaitu produktifitas kerja, pengendalian biaya dan pengukuran pencapaian. Ketiga hal tersebut menjadi indikator bahwa manajemen hotel menerapkan konsep yang konvensional yaitu regular operations (yang berbasis pada plan), bukan regenerative operations (berbasis respon pada trend) atau revolutionary operations (berbasis analisis dinamika).
FLOW-THROUGH adalah prinsip bagaimana mengoptimalkan semua potensi (waktu, bisnis, sumber daya, tata kelola) untuk kepuasan maksimal pada capaian hasilnya.
MANFAAT BAGI PERUSAHAAN
Mengukur peningkatan keuntungan finansial secara optimistik dengan prinsip eksponensial dan bukan hanya sekedar penambahan jumlah.
Meningkatan produktifitas kinerja seluruh tim dengan cost-effectiveness yang baik setara dengan kualitas yang ditetapkan.
Sebagai nilai tambah dalam KPI perusahaan.
Mengamankan cash-flow dan menumbuhkan investasi.
Bagaimana Penerapannya ?
Dari diagram ini sebenarnya cukup sederhana, yang perlu adalah identifikasi dan analisa yang tajam, tepat dan berdampak. Yuk ngobrol !